TNews, Buol – Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Karamat Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Karamat pada Jumat (6/3/2026).
Musrenbang tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan perangkat daerah, Ketua DPRD Kabupaten Buol, jajaran pemerintah kecamatan, para kepala desa se-Kecamatan Karamat, serta tokoh masyarakat.
Forum ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan program pembangunan yang dianggap prioritas di wilayah Kecamatan Karamat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buol menegaskan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merupakan salah satu tahapan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buol, yang akan menjadi dasar penentuan arah kebijakan pembangunan daerah pada tahun 2027.
Ia menjelaskan bahwa Musrenbang menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan setiap perencanaan pembangunan harus selaras dengan RPJMD Kabupaten Buol, kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta program prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Efisiensi anggaran perlu dilakukan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, seperti makan bergizi gratis, penguatan Koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, serta penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi,” ujar Wakil Bupati.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian besar terhadap capaian program prioritas nasional di daerah.
Menurutnya, daerah yang mampu merealisasikan program tersebut dengan baik berpeluang mendapatkan peningkatan dana transfer dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi.
Selain itu, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk tetap taat pada ketentuan perundang-undangan dalam pelaksanaan Musrenbang sebagai bagian dari proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya optimisme dalam mewujudkan berbagai rencana pembangunan yang telah disusun bersama.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan fiskal yang masih dihadapi Pemerintah Kabupaten Buol.
Selama ini, kemampuan keuangan daerah masih sangat bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi dan sumber pendapatan di berbagai sektor unggulan daerah.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Buol Ryan Nathaniel Kwendy dalam sambutannya berharap Musrenbang dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan strategis pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang diperoleh melalui kegiatan reses dan rapat dengar pendapat DPRD diharapkan dapat terakomodasi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan rencana pembangunan.
Pertama, penentuan prioritas pembangunan harus difokuskan pada kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan ekonomi melalui penguatan UMKM, penanganan stunting di sektor kesehatan, pengembangan pertanian, serta peningkatan kualitas pendidikan.
Kedua, pentingnya sinergi antara pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dengan program prioritas pemerintah daerah agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif.
Untuk itu, DPRD meminta Bappeda bersama organisasi perangkat daerah terkait menyelaraskan Pokir DPRD dengan program pembangunan daerah.
Ketiga, perencanaan pembangunan harus berbasis pada data yang akurat agar pelaksanaan program dapat berjalan tepat sasaran.
Keempat, di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, setiap program pembangunan harus dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran dan skala prioritas.***






