TNews, TOUNA – Banjir dan tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, khususnya di Desa Podi, Kecamatan Tojo hingga kawasan Kayunyole dan sekitarnya. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (3/4 ) sore hingga malam itu kembali melumpuhkan akses jalan poros Ampana–Poso dan memicu kemacetan panjang.
Hujan dengan intensitas tinggi disebut menjadi pemicu utama terjadinya bencana di sejumlah titik. Material longsoran berupa tanah dan batu menutup badan jalan, menyebabkan kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas secara normal. Pengendara terpaksa berhenti dan menunggu proses pembersihan yang belum sepenuhnya cepat tertangani.
Namun, kejadian ini bukan yang pertama. Sejumlah warga menyebut kondisi serupa kerap berulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Sehingga Situasi ini memunculkan pertanyaan warga terkait sejauh mana upaya mitigasi dan penanganan jangka panjang telah dilakukan.
“Kalau hujan pasti begini lagi. Artinya ada masalah yang belum tuntas. Perlu ada kajian serius, bukan hanya penanganan sementara,” ujar warga inisial WN Pada media ini pada Sabtu (4/4/2026).
Sebagian warga juga menilai perlu adanya perhatian terhadap berbagai faktor yang berpotensi memperparah kondisi, termasuk kemungkinan perubahan lingkungan.
Kondisi berulang ini memunculkan kritik terhadap lambannya langkah antisipasi. Jalur Ampana–Poso merupakan akses vital yang menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Ketika jalur ini terganggu, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga segera melakukan evaluasi menyeluruh serta langkah pencegahan yang konkret dan berkelanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti bencana maupun rencana penanganan jangka panjang.*
Peliput: Jefry







