Efesiensi Rp120 Miliar! Bupati Buol Bongkar Fakta di Musrenbang Kecamatan Gadung

TNews, Buol – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati Buol, Risharyudi Tribowo, menekankan penyusunan program prioritas yang realistis dalam Musrenbang Kecamatan Gadung di Desa Taat, Jumat (27/02/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan Musrenbang bukan sekadar agenda rutin. Forum ini adalah ruang menyatukan kebutuhan desa dan kecamatan dengan kebijakan kabupaten.

Bacaan Lainnya

Setiap usulan harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar daftar keinginan.

Ia mengingatkan kondisi fiskal daerah sedang dalam tekanan. Tahun 2025, Kabupaten Buol mengalami efisiensi anggaran sebesar Rp86 miliar.

Tahun berikutnya, angka itu meningkat menjadi Rp120 miliar. Situasi ini menuntut pemerintah melakukan penyesuaian dan realokasi anggaran secara cermat.

“Efisiensi bukan berarti berhenti membangun. Kita harus menyusun ulang prioritas agar anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti belanja pegawai yang mencapai sekitar 51% dari total APBD, dengan jumlah ASN sekitar 7.600 orang untuk melayani 11 kecamatan dan lebih dari 165 ribu penduduk.

Ia meminta seluruh aparatur meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan agar anggaran yang terserap memberi dampak nyata.

Selain itu, pemerintah desa diminta jeli melihat peluang program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Program tersebut dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi lokal jika desa mampu terlibat dalam penyediaan bahan pangan dan penguatan usaha masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan angka kemiskinan Kabupaten Buol yang masih di kisaran 13 persen harus menjadi perhatian bersama. Penurunan kemiskinan dan stunting menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan daerah.

Ia juga berharap Musrenbang Kecamatan Gadung menghasilkan program yang terukur dan berdampak langsung, seperti pembangunan jalan kantong produksi, dukungan sektor pertanian dan perikanan, bantuan pendidikan, serta peningkatan fasilitas kesehatan.

“Keterbatasan anggaran tidak boleh mematikan semangat. Justru di sinilah kolaborasi dan kreativitas diuji,” ujarnya.

Terakhir, bupati mengajak seluruh pemerintah desa hingga kabupaten agar terus bersinergi dalam membangun daerah.

“Bapak ibu, dibulan suci ini mari kita saling mendoakan. Kami berharap semua elemen dapat terus bersinergi dan masyarakat sepenuhnya mendoakan yang terbaik untuk daerah kabupaten buol yang kita cintai,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan