TNews, Buol – Pemerintah Kabupaten Buol terus mematangkan arah pembangunan daerah melalui Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Buol, bertempat di Aula Pobokidan, Lantai II Kantor Bupati Buol, Senin (06/03/2026),
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana serius namun penuh semangat kolaborasi ini dihadiri unsur pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Buol.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa forum perangkat daerah bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang strategis untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar terakomodasi dalam kebijakan pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya penyelarasan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kecamatan agar dapat diterjemahkan secara konkret ke dalam Rencana Kerja (Renja) masing-masing OPD.
“Forum ini menjadi wadah untuk menyepakati berbagai usulan prioritas masyarakat, namun tetap harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah agar program yang direncanakan dapat berjalan efektif,” ujarnya.
Selain membahas perencanaan, Wakil Bupati juga memaparkan capaian indikator makro pembangunan Kabupaten Buol selama periode 2024 hingga 2025 yang menunjukkan perkembangan positif di sejumlah sektor.
Pertumbuhan ekonomi daerah mengalami peningkatan dari 3,11 persen pada 2024 menjadi 3,46 persen pada 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka turut menurun dari 3,13 persen menjadi 3,11 persen.
Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 13,08 persen menjadi 12,48 persen, sekaligus meningkatkan posisi Kabupaten Buol dalam peringkat tingkat provinsi.
Kemajuan juga tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang naik dari 70,89 menjadi 71,47, menandakan adanya peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Meski demikian, Wakil Bupati memberikan perhatian khusus terhadap meningkatnya rasio ketimpangan (Gini Ratio) dari 0,266 menjadi 0,288.
Menurutnya, pembangunan ke depan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memastikan pemerataan kesejahteraan.
Ia meminta seluruh perangkat daerah merancang program yang mampu mengurangi kesenjangan sosial sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol juga menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tahun 2027 harus selaras dengan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 59 Tahun 2021.
Fokus utama diarahkan pada urusan wajib pemerintahan, termasuk pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, serta perluasan akses pendidikan.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan optimisme bahwa target pembangunan daerah dapat tercapai melalui kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui sinergi dan komitmen bersama, saya yakin pembangunan Kabupaten Buol dapat berjalan bertahap, terarah, dan berkelanjutan,” tutupnya sebelum secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah tersebut.






