TNews, TOUNA – Peristiwa berdarah menggegerkan kawasan wisata Pacang Beach, Desa Sabo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sabtu (7/3) sekitar pukul 08.30 WITA. Insiden tragis ini langsung memicu kehebohan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Seorang pria berinisial NYT yang diduga bertugas sebagai petugas keamanan (security) di kawasan wisata tersebut diduga menikam rekan kerjanya sendiri berinisial RA hingga meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula saat para pekerja tengah melaksanakan apel pergantian sif di area Pacang Beach. Saat apel berlangsung, pelaku yang memimpin kegiatan itu menegur korban karena dianggap tidak serius mengikuti apel
Teguran tersebut diduga memicu cekcok mulut di antara keduanya. Adu argumen yang awalnya biasa disebut-sebut berubah menjadi panas. Dalam situasi itu, pelaku diduga mencabut senjata tajam jenis badik lalu menikam korban.
Korban RA mengalami luka serius akibat tikaman tersebut dan dilaporkan meninggal dunia.
Peristiwa itu sontak membuat warga sekitar kaget dan geger, terlebih lokasi kejadian berada di kawasan wisata yang biasanya ramai aktivitas masyarakat.
Di media sosial, reaksi warganet pun bermunculan. Banyak yang menyoroti proses perekrutan tenaga keamanan di lokasi wisata tersebut.
“Kalau rekrut security seharusnya ada tes kejiwaan atau minimal yang punya sertifikat,” tulis akun Arwin Anis dalam kolom komentar.
Komentar lain juga mempertanyakan tindakan pelaku yang membawa senjata tajam saat bertugas.
“Itu tugasnya jaga keamanan, bukan bawa senjata tajam lalu tikam orang,” tulis seorang netizen.
Beberapa warganet lain juga menyinggung pentingnya seleksi ketat dalam perekrutan tenaga keamanan.
“Dari kejadian ini harus pilih-pilih orang jadi security,” tulis Masra Sadu.
“Tes narkoba juga jangan cuma tes kejiwaan,” tambah Syarifudi Lawiira.
Ada pula komentar yang menyoroti kemungkinan adanya praktik “orang dalam” dalam proses perekrutan.
“Begitu kalau masuk pakai orang dalam,” tulis Azha Sunuh.
Sebagian publik menilai kejadian ini menjadi tamparan keras bagi sistem perekrutan tenaga keamanan. Menurut mereka, seorang security seharusnya melalui proses seleksi ketat, mulai dari pemeriksaan identitas, latar belakang, hingga pelatihan resmi sebelum bertugas di lapangan.
Insiden ini juga dinilai mencoreng citra profesi security yang seharusnya bertugas menjaga keamanan, bukan justru terlibat dalam tindak kekerasan yang merenggut nyawa rekan kerja sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Pacang Beach belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut, termasuk mengenai sistem perekrutan tenaga keamanan di kawasan wisata itu.*
Peliput: Jefry







