TNews, TOUNA – Kabar mutasi Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tojo Una-Una, Laode Muhammad Nuzul, S.H., ke jabatan baru sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari Luwu Timur, Sulawesi Selatan, bukan cuma soal pindah jabatan. Bagi banyak orang di Touna, ini adalah kabar perpisahan dengan sosok jaksa yang dikenal sederhana, pekerja keras, dan tulus melayani masyarakat.
Informasi mutasi itu pertama kali diterima media ini awal pekan. Untuk memastikan kebenarannya, wartawan menemui langsung Laode Muhammad Nuzul di kantornya, Senin (19/1/2026).
“Insya Allah informasi itu benar. Saya dimutasi ke Kabupaten Luwu Timur dan sekarang sedang mempersiapkan diri,” ujar Nuzul dengan nada tenang.
Menurut Nuzul, mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Kejaksaan adalah hal biasa dan sudah menjadi agenda rutin organisasi.
“Tujuannya untuk menjaga dinamika kelembagaan, meningkatkan profesionalisme aparat penegak hukum, serta memperkuat pelayanan dan penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia,” ucapnya
Meski begitu, bagi masyarakat Touna, kepindahan Nuzul bukan sekadar urusan birokrasi. Sejak 2022, ia menjabat sebagai Kasi Intelijen Kejari Touna dan dikenal sebagai sosok yang serius bekerja, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Pada 2025, ia juga dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Wakai, sebuah amanah yang menunjukkan besarnya kepercayaan pimpinan terhadap dirinya.
Selama menjabat di Touna, Kejari nyaris tak pernah terdengar diprotes masyarakat soal penanganan perkara. Nuzul juga dikenal sering mengingatkan bahwa hukum tidak harus selalu berujung pada hukuman.
“Setiap persoalan hukum harus dilihat secara utuh, dengan mempertimbangkan rasa keadilan, kemanusiaan, dan dampak sosialnya,” ujarnya dalam beberapa kesempatan.
Di mata banyak orang, Nuzul bukan hanya pejabat. Ia dikenal membaur tanpa jarak, baik dengan awak media, jaksa-jaksa muda, maupun warga biasa. Ia mudah ditemui, enak diajak bicara, dan tak pelit berbagi ilmu hukum. Tak sedikit warga dan tokoh daerah yang datang berkonsultasi kepadanya.
Banyak pihak menilai, Nuzul adalah jaksa muda potensial yang suatu hari layak memimpin sebuah kejaksaan negeri.
Kepergiannya pun meninggalkan kesan mendalam di lingkungan Kejari Touna.
“Suasana kantor kejaksaan pasti tidak akan sama lagi,” ujar seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya.
Ungkapan haru juga datang dari warga.
“Suasana akan beda kalau Pak Laode sudah tidak di sini. Beliau itu sudah banyak membantu saya. Bagi saya, beliau bukan cuma jaksa, tapi juga motivator. Kalau bisa, saya berharap Kejaksaan terus punya jaksa seperti beliau. Mudah-mudahan suatu saat beliau bisa kembali ke Touna,” kata seorang warga.
Kini, babak baru karier Laode Muhammad Nuzul dimulai di Luwu Timur. Ia membawa bekal pengalaman, kepercayaan pimpinan, serta doa dari masyarakat Touna yang pernah merasakan sentuhan pengabdiannya.
Selamat bertugas di tempat yang baru, Pak Laode. Touna mungkin kehilangan satu nama, tapi siapa tahu, Indonesia sedang menyiapkan satu pemimpin hukum di masa depan.*
Peliput: Jefry







