Dinkes Tojo Una-una Rilis Kronologi Lengkap Jenazah Ny. Wita Dibawa pakai Sepeda Motor 

Gambar: Dinkes Tojo Una-una Rilis Kronologi Lengkap Jenazah Ny. Wita Dibawa pakai Sepeda Motor 

TNews, TOUNA – Touna Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una menanggapi peristiwa viral warga Dusun Uemaropa, Kecamatan Ampana Tete, kabupaten Tojo Una-una,yang membawa jenazah menggunakan sepeda motor rakitan.

Peristiwa tersebut dipastikan benar terjadi dan telah disampaikan melalui rilis resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Tojo Una-Una, Jumat (16/1/2026).

Jenazah diketahui bernama Ny. Wita Ladi, warga Dusun Uematopa, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una.

Kepala Dinas Kesehatan Tojo Una-Una, dr. Niko, melalui rilis resminya memaparkan kronologi kejadian sekaligus upaya pelayanan kesehatan yang telah dilakukan sejak awal kehamilan almarhumah.

Menurut dr. Niko, pelayanan kesehatan di wilayah tersebut dilakukan secara rutin melalui kegiatan Posyandu setiap bulan di Desa Paria. Pemantauan kesehatan terhadap Ny. Wita juga telah dilakukan sejak awal kehamilan, yakni pada usia kandungan sekitar 13–14 minggu.

Namun, hingga mendekati waktu persalinan, almarhumah yang tinggal jauh di area kebun tidak pernah datang ke bidan desa untuk pemeriksaan lanjutan.

“Bidan desa telah berupaya menghubungi pihak keluarga agar pasien dibawa ke pemukiman warga yang lebih dekat dengan akses jalan, sehingga dapat diberikan pertolongan medis,” jelas dr. Niko.

Saat kondisi almarhumah memburuk, bidan desa menempuh perjalanan sekitar empat jam menuju Dusun Uemaropa. Selanjutnya, pasien dibawa ke puskesmas menggunakan mobil pribadi dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Saat tiba di puskesmas, kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran, menggigil, dan gelisah.

Di puskesmas, pasien langsung ditangani secara prioritas karena masuk kategori trias merah. Setelah mendapatkan penanganan awal dan sempat menunjukkan perbaikan, almarhumah kemudian dirujuk ke RSUD Ampana dengan pendampingan bidan desa.

Proses rujukan dilakukan menggunakan kendaraan lain karena ambulans puskesmas saat itu sedang membawa pasien gawat darurat lainnya ke RSUD Ampana.

Namun, setelah  Almahuma  dinyatakan meninggal dunia, pihak bidan menyarankan keluarga untuk menunggu ambulans yang tengah dalam perjalanan kembali. Hal tersebut dikarenakan kendaraan yang tersedia secara fisik tidak memungkinkan untuk mengantar jenazah ke Dusun Paria dengan kondisi medan yang berat.

“Karena sudah memasuki sore hari, pihak keluarga akhirnya berinisiatif membawa jenazah menggunakan sepeda motor yang dirakit,” ungkap dr. Niko.

Menanggapi kejadian ini, Dinas Kesehatan Tojo Una-Una menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil, pendalaman, dan kepulauan.Pelayanan pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (KB) tetap dilakukan melalui puskesmas dan balai KB, serta kunjungan berkala oleh tim pelayanan DKPPKB.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui Bupati menjamin pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih proaktif, termasuk pelayanan kesehatan bergerak.

“Pelayanan mobil sehat akan ditambah secara bertahap guna menjangkau wilayah yang sulit diakses dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, video warga membawa jenazah menggunakan sepeda motor viral di media sosial. Namun, dalam perkembangannya, perhatian publik justru bergeser pada isu pengadaan mobil dinas baru Bupati, yang tidak menyentuh inti persoalan.

Padahal, berdasarkan keterangan pihak medis dan pemerintah daerah, upaya pelayanan kesehatan telah dilakukan sesuai kondisi lapangan. Pada saat kejadian, ambulans tidak berada di tempat karena sedang mengantar pasien gawat darurat ke RSUD Ampana.

Diketahui, video tersebut pertama kali dibagikan oleh akun media sosial Hasbi Toana. Dalam keterangannya, Hasbi menekankan perlunya perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di desa tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa mobil ambulans saat itu sedang digunakan untuk merujuk pasien gawat darurat ke RSUD Ampana.*

Peliput: Jefry

Pos terkait

Tinggalkan Balasan